Minggu, 25 Desember 2016

Pentingnya Menanamkan Moral Kejujuran


Saya sependapat dengan artikel yang dibuat oleh Adi Ekopriyono, direktur eksekutif Budi Santoso Foundation, mengajar Etika Bisnis di FEB Untag Semarang. Artikel berjudul “Kejujuran dan Tata Kelola yang Baik” dimuat di Suara Merdeka pada Rabu, 24 September 2016. Pada era kompetisi sekarang ini, memang tata kelola pemerintah dan dunia usaha sangat berperan penting dan saling berkaitan dalam kompetisi persaingan. 

Tata kelola pemerintah dan dunia usaha harus dilakukan secara disiplin, bertanggung jawab dan jujur. Apabila tata kelola pemerintah dan dunia usaha tidak berjalan dengan baik maka sering terjadi korupsi dan kesenjangan di masyarakat. Hal tersebut membuat kelonggaran bagi koruptor yang akan beraksi dalam tata kelola pemerintah dan dunia usaha yang tak berjalan dengan semestinya. 

Dibutuhkan tata kelola pemerintah dan dunia usaha yang berjalan dengan sabaik-baiknya. Tidak hanya itu saja, masyarakat juga harus mampu memenangi permainan dan berdaya saing yang kuat. Apabila tidak mampu memenangi permainan dan berdaya saing yang kuat, maka yang akan terjadi yaitu tersingkir dari kompetisi yang berlangsung di masyarakat.

Kompetisi yang terjadi di Indonesia ialah kompetisi yang lebih mengedepankan uang dibandingkan dengan prestasi. Seperti sekarang ini, apabila memiliki uang dan menyuap, maka dapat dengan mudah memenangkan kompetisi. Sebaliknya, apabila memiliki prestasi lebih akan tetapi tidak mempunyai uang yang lebih, akan lebih berusaha keras dalam memenangkan kompetisi yang terjadi sekarang ini.

Masyarakat sekarang ini hanya pasrah terhadap kompetisi yang dilakukan oleh pemerintah atau pejabat. Masyarakat dijadikan sebagai boneka oleh pemerintah. Masyarakat hanya dapat menerima dan tunduk terhadap perlakuan pemerintah, tanpa bisa melawan kekuasaan pemerintah yang terjadi. Pemerintah pada era sekarang ini hanya mementingkan urusan politik dan kepentingan pibadi. Pemerintah tidak jeli dalam memperhatikan kepentingan masyarakatnya.

Orang yang memegang teguh pendirian dalam bekerja dengan kebaikan dan mampu mengendalikan diri dalam menjalankan pekerjaannya merupakan orang yang memiliki kepribadian yang amat bagus. Akan tetapi, pada sekarang ini, semakin sedikit orang yang dapat dipercaya dan dapat menepati janjinya. Seharusnya, ketika kita menjalankan pekerjaan, maka yang terpenting ialah kebaikan dan mengendalikan diri dalam menjalankan pekerjaannya. Apabila kebaikan dan pengendalian diri dipegang teguh, maka segala hal yang menggoyahkan napsu seperti kebohongan, penipuan, hal tidak terpuji akan sirna.

Dalam islam sudah dijelaskan pada surat Al-Zalzalah ayat 7 dan 8 “Barang siapa berbuat kebaikan sekecil apapun perbuatan baik itu, dia akan menyaksikan hasilnya. Begitu pula yang melakukan perbuatan buruk, sekecil apapun perbuatan buruk itu, dia akan menyaksikan hasilnya.” Maka dari itu, kita sebagai manusia harus berbuat kebaikan meskipun sekecil apapun, sebab kebaikan sekecil apapun dapat bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkannya. Sebaliknya, apabila kita melakukan keburukan meskipun sekecil apapun, maka keburukan tersebut akan merugikan bagi kita sendiri.

---Dhini Huda Chasanati, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Semarang.

0 komentar:

Posting Komentar