Minggu, 25 Desember 2016

Hebatnya Netizen Indonesia

      Saya menanggapi Opini di Tribun Jateng, yang dibuat oleh Firstya Evi Dianastiti dengan judul Viral Telolet dan Ampuhnya Netizen Indonesia. Slogan “Om Telolet Om” saat ini menjadi viral. Terbukti diberbagai media sosial, surat kabar, hingga tayangan televisi, ramai membicarakan mengenai “Om Telolet Om”.
Netizen Indonesia mempunyai pengaruh yang besar dalam media sosial. Bahkan pada tanggal 21 Desember, tagar “Om Telolet Om” menduduki trending topic di Twitter Indonesia maupun dunia. Saat ini slogan “Om Telolet Om” bahkan sampai ke dunia seperti Korea dan New York. Warga dunia pun dibuat penasaran, hingga dalam situs pencarian Google “What is Om Telolet Om” menduduki urutan paling awal.
Artis luar negeri bahkan sampai membuat Twit mengenai “Om Telolet Om” seperti Dillon Francis, Zedd, Showtek dan DJ Snake. Hingga Twit yang bertanya mengenai apa itu “Om Telolet Om” yang ditulis oleh Bassjackers, Vinai, The Chainsmokers dan Martin Garrix. Terbukti betapa besar pengaruh netizen Indonesia terhadap dunia.
Berawal dari maraknya bus Indonesia dengan berbagai macam warna dan bentuk yang menarik, membuat daya tarik tersendiri bagi para pecinta bus. Bukan hanya penampilan luar, bus di Indonesia juga mempunyai kekhasan tersendiri. Sekarang ini, sopir bus memodifikasi kendaraannya dengan klakson yang memiliki berbagai variasi bunyi klakson.
Akhir-akhir ini banyak sekali bunyi klason bus yang sering terdengar seperti bunyi telolet. Bunyi klakson tersebut menarik perhatian bocah-bocah yang mendengarnya. Bocah-bocah yang bergerombol, rela menunggu bus lewat di pinggir jalan raya. Kebanyakan, bocah-bocah menunggu bus yang lewat setelah mereka pulang dari sekolah.
Bukan hanya bocah-bocah, remaja hingga dewasa pun juga tertarik dengan bunyi klakson bus telolet. Sekarang ini banyak dijumpai dari bocah hingga orang dewasa menunggu di pinggir jalan secara beramai-ramai dan bergerombol. Mereka rela menunggu bus lewat dengan klakson telolet. Banyak sekali dijumpai ketika sore hari, ketika mengisi waktu luang, orang tua berserta anaknya menunggu bus lewat di pinggir jalan. Bunyi klakson bus menjadi hiburan orang tua beserta anaknya ketika mengisi waktu luang.  
Biasanya bocah-bocah hingga orang dewasa membawa kertas yang bertuliskan “Om Telolet Om” yang diharapkan sopir bus mengetahui keberadaannya. Tidak jarang, mereka juga memberikan jempol, lambaian tangan hingga teriakan “Om Telolet Om” agar sopir bus mengetahuinya. Ketika menunggu bus lewat, mereka juga menggunakan telepon genggam untuk merekam video hasil buruan telolet. Setelah mendapatkan video hasil buruan, mereka menggunggahnya ke media social seperti Facebook, Instagram hingga Youtube, dan lain sebagainya.
Ketika sopir bus membunyikan klaksonnya, terdengarlah bunyi seperti telolet telolet yang akhirnya membuat hiburan tersendiri bagi yang menanti-nantikannya. Mereka kegirangan hingga tertawa terbahak-bahak apabila mereka mendapatkan bunyi klakson dari bus lewat yang mereka tunggu-tunggu. Ada juga yang menari-nari ketika mendengar bunyi klakson telolet.
Ketika bus lewat, mereka bersiap menggeluarkan slogan “Om Telolet Om” namun, tidak jarang ada juga bus yang mengeluarkan bunyi klakson bus bukan bunyi telolet yang mereka inginkan. Bunyi klakson yang keluar malah bunyi klakson bus biasa. Terdapat kekecewaan dalam raut wajah mereka apabila tidak mendapatkan bunyi klakson telolet. Mereka tidak pantang menyerah, mereka tetap menunggu bus yang lewat dengan klakson telolet.
Dengan hebohnya “Om Telolet Om” di Indonesia, ternyata banyak juga masyarakat di luar negeri yang mengikuti aksi mencari telolet. Namun di sana tidak hanya bus saja, melainkan truk juga mempunyai bunyi seperti telolet. Di luar negeri juga menggunakan cara yang sama, mereka membawa telepon genggam dan merekamnya. Mereka juga berteriak “Om Telolet Om” menggunakan bahasa Indonesia.
Semakin terkenalnya “Om Telolet Om” sekarang ini dijumpai juga klakson yang lebih menarik lagi, yaitu klakson yang berbunyi lagu seperti lagu kolam susu, satu-satu, anak gembala, satu-satu, sholawat, naik delman, ondel-ondel, tukang bakso, unyil-unyil usro, dan lain sebagainya. Semakin kreatif dan bervariasi bunyi klakson untuk menarik perhatian masyarakat Indonesia.    
Kejadian ini saya temukan sendiri ketika saya melakukan perjalanan pulang ke rumah dari Semarang menuju ke Demak. Mulai libur sekolah, saya melihat bocah-bocah menunggu bus lewat di pinggir jalan raya, ada juga yang menunggu di trotoar perbatasan dua jalur. Mereka rela menunggu bus yang lewat untuk memberikan klakson telolet. Namun, ada juga bus yang melewati mereka namun tidak memberikan klaksonnya.
Bunyi klakson telolet menurut saya selain memberikan hiburan bagi masyarakat Indonesia yang menyukainya, terdapat juga sisi negatif bagi masyarakat yang tidak menyukainya. Bahkan bunyi klakson telolet juga dapat mengganggu pengendara yang lainnya apabila mendengar kebisingan suara tersebut. Selain itu, dapat membahayakan juga bagi penderita serangan jantung. Bunyi klakson telolet sangat keras dan tidak terduga bunyi tersebut. Penderita serangan jantung bisa saja terkejut dengan bunyi klakson telolet.
Diharapkan dengan viralnya “Om Telolet Om” diharapkan mendatangkan sisi positif bagi masyarakat sebagai hiburan dan kekuatan pemersatu netizen Indonesia. Netizen Indonesia diharapkan dapat memberikan hal-hal yang bermanfaat dan menghibur dalam media sosial. Selain itu, sebagai pemersatu antar daerah satu sama lain tanpa membedakan ras, suku, dan agama.

--Dhini Huda Chasanati, Mahasiswa Universitas PGRI Semarang.

1 komentar: