Saya menanggapi
Opini di Tribun Jateng, yang dibuat oleh Firstya Evi Dianastiti dengan judul Viral Telolet dan
Ampuhnya Netizen Indonesia. Slogan “Om Telolet
Om” saat ini menjadi viral. Terbukti diberbagai media sosial, surat kabar,
hingga tayangan televisi, ramai membicarakan mengenai “Om Telolet
Om”.
Netizen
Indonesia mempunyai pengaruh yang besar dalam media sosial. Bahkan pada tanggal
21 Desember, tagar “Om Telolet Om” menduduki trending
topic di Twitter Indonesia maupun dunia. Saat ini slogan “Om Telolet Om”
bahkan sampai ke dunia seperti Korea dan New York. Warga dunia pun dibuat
penasaran, hingga dalam situs pencarian Google “What is Om Telolet Om”
menduduki urutan paling awal.
Artis luar
negeri bahkan sampai membuat Twit mengenai
“Om Telolet Om” seperti Dillon Francis, Zedd, Showtek dan DJ Snake. Hingga Twit yang bertanya mengenai apa itu “Om
Telolet Om” yang ditulis oleh Bassjackers, Vinai, The Chainsmokers dan Martin
Garrix. Terbukti betapa besar pengaruh netizen Indonesia terhadap dunia.
Berawal
dari maraknya bus Indonesia dengan berbagai macam warna dan bentuk yang
menarik, membuat daya tarik tersendiri bagi para pecinta bus. Bukan hanya
penampilan luar, bus di Indonesia juga mempunyai kekhasan tersendiri. Sekarang
ini, sopir bus memodifikasi kendaraannya dengan klakson yang memiliki berbagai
variasi bunyi klakson.
Akhir-akhir
ini banyak sekali bunyi klason bus yang sering terdengar seperti bunyi telolet.
Bunyi klakson tersebut menarik perhatian bocah-bocah yang mendengarnya.
Bocah-bocah yang bergerombol, rela menunggu bus lewat di pinggir jalan raya. Kebanyakan,
bocah-bocah menunggu bus yang lewat setelah mereka pulang dari sekolah.
Bukan
hanya bocah-bocah, remaja hingga dewasa pun juga tertarik dengan bunyi klakson
bus telolet. Sekarang ini banyak dijumpai dari bocah hingga orang dewasa menunggu
di pinggir jalan secara beramai-ramai dan bergerombol. Mereka rela menunggu bus
lewat dengan klakson telolet. Banyak sekali dijumpai ketika sore hari, ketika
mengisi waktu luang, orang tua berserta anaknya menunggu bus lewat di pinggir
jalan. Bunyi klakson bus menjadi hiburan orang tua beserta anaknya ketika
mengisi waktu luang.
Biasanya
bocah-bocah hingga orang dewasa membawa kertas yang bertuliskan “Om Telolet Om”
yang diharapkan sopir bus mengetahui keberadaannya. Tidak jarang, mereka juga
memberikan jempol, lambaian tangan hingga teriakan “Om Telolet Om” agar sopir
bus mengetahuinya. Ketika menunggu bus lewat, mereka juga menggunakan telepon
genggam untuk merekam video hasil buruan telolet. Setelah mendapatkan video hasil
buruan, mereka menggunggahnya ke media social seperti Facebook, Instagram
hingga Youtube, dan lain sebagainya.
Ketika
sopir bus membunyikan klaksonnya, terdengarlah bunyi seperti telolet telolet
yang akhirnya membuat hiburan tersendiri bagi yang menanti-nantikannya. Mereka
kegirangan hingga tertawa terbahak-bahak apabila mereka mendapatkan bunyi
klakson dari bus lewat yang mereka tunggu-tunggu. Ada juga yang menari-nari
ketika mendengar bunyi klakson telolet.
Ketika
bus lewat, mereka bersiap menggeluarkan slogan “Om Telolet Om” namun, tidak
jarang ada juga bus yang mengeluarkan bunyi klakson bus bukan bunyi telolet
yang mereka inginkan. Bunyi klakson yang keluar malah bunyi klakson bus biasa.
Terdapat kekecewaan dalam raut wajah mereka apabila tidak mendapatkan bunyi
klakson telolet. Mereka tidak pantang menyerah, mereka tetap menunggu bus yang
lewat dengan klakson telolet.
Dengan
hebohnya “Om Telolet Om” di Indonesia, ternyata banyak juga masyarakat di luar
negeri yang mengikuti aksi mencari telolet. Namun di sana tidak hanya bus saja,
melainkan truk juga mempunyai bunyi seperti telolet. Di luar negeri juga
menggunakan cara yang sama, mereka membawa telepon genggam dan merekamnya.
Mereka juga berteriak “Om Telolet Om” menggunakan bahasa Indonesia.
Semakin
terkenalnya “Om Telolet Om” sekarang ini dijumpai juga klakson yang lebih
menarik lagi, yaitu klakson yang berbunyi lagu seperti lagu kolam susu,
satu-satu, anak gembala, satu-satu, sholawat, naik delman, ondel-ondel, tukang
bakso, unyil-unyil usro, dan lain sebagainya. Semakin kreatif dan bervariasi
bunyi klakson untuk menarik perhatian masyarakat Indonesia.
Kejadian
ini saya temukan sendiri ketika saya melakukan perjalanan pulang ke rumah dari
Semarang menuju ke Demak. Mulai libur sekolah, saya melihat bocah-bocah
menunggu bus lewat di pinggir jalan raya, ada juga yang menunggu di trotoar perbatasan
dua jalur. Mereka rela menunggu bus yang lewat untuk memberikan klakson
telolet. Namun, ada juga bus yang melewati mereka namun tidak memberikan
klaksonnya.
Bunyi
klakson telolet menurut saya selain memberikan hiburan bagi masyarakat
Indonesia yang menyukainya, terdapat juga sisi negatif bagi masyarakat yang
tidak menyukainya. Bahkan bunyi klakson telolet juga dapat mengganggu
pengendara yang lainnya apabila mendengar kebisingan suara tersebut. Selain
itu, dapat membahayakan juga bagi penderita serangan jantung. Bunyi klakson
telolet sangat keras dan tidak terduga bunyi tersebut. Penderita serangan
jantung bisa saja terkejut dengan bunyi klakson telolet.
Diharapkan
dengan viralnya “Om Telolet Om” diharapkan mendatangkan sisi positif bagi
masyarakat sebagai hiburan dan kekuatan pemersatu netizen Indonesia. Netizen
Indonesia diharapkan dapat memberikan hal-hal yang bermanfaat dan menghibur
dalam media sosial. Selain itu, sebagai pemersatu antar daerah satu sama lain
tanpa membedakan ras, suku, dan agama.
--Dhini Huda Chasanati, Mahasiswa Universitas PGRI
Semarang.
Terima kasih apresiasinya, Dhini. Salam kenal ya.
BalasHapus